Langsung ke konten utama

Adakah yang dapat menghalangi kehendakNya?


“...Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Kalimat di atas adalah sebagian terjemah Surah Al Fath (Surah ke-48) ayat 11 dari Kitabullah, Al Quranul Karim. Sengaja aku cuplik sebagian, bukan untuk menghilangkan arti ayat seutuhnya, namun lebih kepada untuk menekankan arti kalam Allah dalam ayat tersebut. 

Aku bukanlah bagian dari banyak hamba Allah yang diberi hidayah untuk mampu menafsirkan ayat-ayat kitabullah, hanya saja aku seringkali membaca ayat-ayat kauniah dan mengaitkannya dengan kalam Allah. Sungguh, semakin besar keimananku padaNya ketika aku mampu mengaitkannya. Seperti fajar kali ini, seusai shalat isya dan tahajud yang sudah beberapa malam aku tinggalkan (lagi), aku kembali merenungi dan mensyukuri mengetahui bahwa Allah telah membangunkanku dalam lelap tidurku. Padahal, aku baru saja memejamkan mata lewat tengah malam, mungkin sekitar pukul ½ 1 dini hari. Ya Allah, benar saja tidak ada satupun hal yang dapat menghalangi kehendakMu ketika Engkau menghendaki manfaat bagiku. Tepat 1 minggu aku melewatkan malam-malamku dengan tidur panjang, lupa berdzikir padaMu. Tidak, aku tidak dengan sengaja melupakanMu, terkadang aku tidur cepat agar ketika orang-orang tertidur lelap, aku bisa menjadi bagian dari hamba-hamba yang mengingatMu. Tapi, ternyata alarm yang datang dari kedua handphone ku pun tidak akan berarti apa-apa ketika memang Engkau tidak menghendaki manfaat bagiku. PanggilanMu jauh lebih efektif dalam membangunkanku, seperti pada pagi ini. Memang, sebelum tertidur lelap tadi, aku sempat membisikkan pesan pada malaikat-malaikat penjaga tidurku agar Engkau berkenan membangunkanku, agar aku bisa ber-munajah memelas rahman-rahimMu. Aku rindu padaMu. Aku rindu berkeluh kesah padaMu. Aku rindu menangisi dosa-dosaku. Aku rindu berdzikir padaMu. Aku rindu merasa kecil dihadapanMu dalam sujud-sujudku. Dan ternyata, Engkau mendengar pesanku, bahkan sebelum alarm handphoneku berdering, Kau telah membisikkan hatiku untuk bersegera mengambil air wudhu. Dalam dinginnya air yang menyadarkanku, hatiku menangis, sunguh benar, siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu???

Saat fajar datang menjemput di hari-hari penghujung tahun hijriah, 27 Dzulhijjah 1431 H 4:45

Komentar

Posting Komentar