Langsung ke konten utama

Fenny Sofyan; Mencintai di Atas Sajadah

Pertama kali baca note ini, saya sungguh terharu. Tentu saja saya langsung ingin mempostingnya di blog. Ah, saya selalu suka dengan cara bertutur Mbak Fenny Sofyan. Pertama kali mengenal Mbak satu ini adalah saat menonton reportasenya di sebuah stasiun televisi. Ceritanya tentang trip di luar gitu (saya lupa dimananya, yg jelas di negara timur tengah). Mbak nya ini terlihat smart sekali dalam bercerita. Jadilah selesai menonton saya langsung meng-add akun facebooknya. And see, seperti yang sudah saya duga, Mbak nya gak jual mahal. Hehe. Gak perlu menunggu lama, saya sudah langsung berteman dengannya, padahal saat itu sepertinya saya tidak punya mutual friend dengannya. Sayang nya, Mbak Fenny sepertinya jarang mengupdate situs jejaring sosialnya yang satu ini (atau kebetulan pas Mbak nya update saya lagi gak onlen ya? ah, sepertinya sih iya sperti itu).

Sudahlah, yang penting saya sudah berteman dengannya. Saya suka berteman dengan orang-orang seperti Mbak nya ini (biar saya ketularan smart-nya gitu, hehe).

And here the notes...

cerita dariku, darinya dan Dia:
tak jarang aku merasa bimbang, berada dalam ketidakyakinan yg parah untuk memilih dia sebagai pasangan hidupku...
Dia tak ini, dia tak itu, dia memang begini, dia memang begitu...mengapa dia begini dan begitu...hingga OMG, is he the one? Hahhaaa.... Pikiran kekurangan2 dia dan caranya mencintai yang kurasa selalu tak sesuai keinginanku...
Hingga suatu hari sehabis salat berjamaah aku dengarkan sayup suaranya membaca doa:
"khususon almarhum bapak H sofyan kartadjumena..." Hah, dia menyebut nama bapakku...lalu kucuri dengar lebih dekat lagi...
"khususon Ibu imas maskanah..." itu nama ibuku...beberapa nama keluarganya dia sebut lalu dia sebutkan
" khususon Fenny anggraeni sofyan ..." tiba saatnya, Dia menyebut namaku...
hatiku terhenyak,, air mata haru dan sedih karena dia lelaki asing pertama yg melakukan itu disaat akupun dengan tergesa2 dan mengakhiri doa sehabis solatku dia masih mengirimkan doa untuk almarhum ayahku agar diampuni dosanya dan agar tuhan menjaga ibuku yg Hidup seorang diri di bandung sana...
semakin dan semakin sering kucuri dengar doanya...membuatku tau jawabannya ya Allah...memang dia orangnya...terima kasih ya Allah...Jika memang dia orang yg akan membimbingku untuk menjadi anak berbakti, mengirimkan doa untuk menolong almarhum ayahku di alam sana dan menjaga ibuku agar tetap dalam lindunganmu...maka kirimkanlah ia untuku...amien...

dikutip dari sini

Komentar

  1. saya mengenal nya,,dia memang luar biasa..

    BalasHapus
  2. oya? kalo saya diberi kesempatan, saya ingin lebih mengenalnya juga :)

    BalasHapus

Posting Komentar