Langsung ke konten utama

di saat perasaan itu datang

saat semuanya tidak seperti yang kamu harapkan, maka...

tidak perlu kecewa, yang kamu butuhkan cukuplah kebesaran hatimu.
hati yang lebih besar untuk bisa menerima segalanya dengan lapang.

mintalah pada Tuhan, bukan untuk membuat segalanya baik-baik saja. tapi, untuk memberikan hati yang lebih besar, agar rasa kecewa tidak sanggup lagi memenuhi seluruh ruang kosong di hatimu. baru setelahnya, mintalah pada Tuhan, agar Ia mengambil alih semuanya. Terakhir, hiduplah dalam kepercayaan bahwa Tuhan akan segera mengabarkan hal baik padamu...


percayalah...

Komentar

  1. ngeblog juga mbak??
    hehehhe..

    yuupp bener banget mbak,,
    tetap semangat mbak,,
    rencana Tuhan lebih indah,,
    :D

    BalasHapus
  2. iyah dek. ini blog lama, baru dari awal tahun ta aktifin lagi. setelah ta pikir" spertinya ngeblog tetap lbh enak buat curcol d banding curcol lewat sosmed lainnya, hehe.
    mksh syg :*
    semangat juga :)

    BalasHapus
  3. Siiiipppp,...

    BalasHapus

Posting Komentar

Other Story

Memperpendek Gap dalam Persepsi.

persepsi /per·sep·si/  /persépsi/  n   1  tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan:  2  proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya; Lagi, tulisan kali ini hasil diskusi bersama kawan yang saya ceritakan di postingan sebelum ini. Diskusi bermula dari kalimat tanpa titik koma yang diakhiri tawa; Tentu saja bagi saya yang amat sangat memperhatikan tanda baca, kalimat semacam ini membingungkan pada awalnya. Persepsi yang dibangun dari kalimat ini akan sangat tergantung dari tanda baca apa yang digunakan dan dimana tanda baca diletakkan. Tulisan kali ini tidak akan berfokus pada persepsi karena tanda baca (di tulisan lain mungkin bisa saya bahas), tapi lebih pada konten dari kalimat yang saya pahami sebagai sebuah pernyataan alih-alih pertanyaan. Iya, kalimat tersebut saya persepsikan sebagai sebuah pernyataan yang diakhiri dengan sebuah tawa yang penuh kegetiran; Ada sebuah gap yang terbangun ketika kita berbicara dengan orang y...

Ada banyak alasan

Ada banyak alasan untukmu tetap berfikir jernih saat terhimpit masalah... Ada banyak alasan untukmu tetap berlaku tenang saat kalut mendera... Ada banyak alasan untukmu tetap tersenyum saat bersedih... dari sini :) Cibinong, penghujung Oktober 2015