Langsung ke konten utama

Tentang do'a

Lek dungo sing serius nduk, nyuwun kalih Gusti Allah sing tenanan. Insyaallah di ijabah...
Sejatinya, berdo'a adalah satu-satunya cara kita berkomunikasi dengan Tuhan.
Semua do'a pasti sampai pada Tuhan, hanya urusan waktu saja kapan Tuhan mengabulkannya.
Dan karena kita tidak pernah tahu, do'a siapa yang terlebih dahulu dikabulkannya, maka seringkali kita meminta pada orang lain, entah itu saudara, orang tua, teman, atau siapa saja yang bisa kita mintai tolong.
Tapi, adakah kita menyadarinya?
Bahwa semua do'a yang dipanjatkan oleh orang lain akan menjadi kesia-siaan semata, jika kita sendiri justru
tidak serius dalam berdo'a?
tidak serius dalam memohon pada Tuhan?
tidak serius menyampaikan apa yang menjadi keinginan kita?

Tuhan memenuhi segala kebutuhan kita, tetapi tidak dengan keinginan kita.

Karena hanya Tuhan yang paling mengetahui kapan keinginan kita harus terwujud.

*Bandung, kala saya harus introspeksi diri.

Komentar

Other Story

Memperpendek Gap dalam Persepsi.

persepsi /per·sep·si/  /persépsi/  n   1  tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan:  2  proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya; Lagi, tulisan kali ini hasil diskusi bersama kawan yang saya ceritakan di postingan sebelum ini. Diskusi bermula dari kalimat tanpa titik koma yang diakhiri tawa; Tentu saja bagi saya yang amat sangat memperhatikan tanda baca, kalimat semacam ini membingungkan pada awalnya. Persepsi yang dibangun dari kalimat ini akan sangat tergantung dari tanda baca apa yang digunakan dan dimana tanda baca diletakkan. Tulisan kali ini tidak akan berfokus pada persepsi karena tanda baca (di tulisan lain mungkin bisa saya bahas), tapi lebih pada konten dari kalimat yang saya pahami sebagai sebuah pernyataan alih-alih pertanyaan. Iya, kalimat tersebut saya persepsikan sebagai sebuah pernyataan yang diakhiri dengan sebuah tawa yang penuh kegetiran; Ada sebuah gap yang terbangun ketika kita berbicara dengan orang y...

Ada banyak alasan

Ada banyak alasan untukmu tetap berfikir jernih saat terhimpit masalah... Ada banyak alasan untukmu tetap berlaku tenang saat kalut mendera... Ada banyak alasan untukmu tetap tersenyum saat bersedih... dari sini :) Cibinong, penghujung Oktober 2015