Langsung ke konten utama

Ilusi ci(n)ta

Astaghfirullah, sepertinya akhir-akhir ini sudah banyak istighfar yang saya ucapkan. Banyak, terlalu banyak malah. Sungguh saya malu sekali, malu sekali pada Allah. Saya acapkali membanding-bandingkan apa yang sudah didapatkan orang lain dengan apa yang sudah saya dapatkan. Salah. Tidak sepert itu, mungkin seperti ini, saya membandingkan apa yang sudah Allah beri pada mereka dengan apa yang sudah Allah beri pada saya. Astaghfirullah, ampuni hamba Rabb...

Satu dua kali, banyak kali-saking tidak terhitung banyaknya, saya lupa untuk bersyukur. Saya dibutakan ilusi bahwa apa yang didapatkan orang lain itu lebih berharga dibandingkan dengan apa yang saya dapatkan. Entah dalam cinta, ataupun cita. Astaghfirullah, ampuni hamba Rabb...

Saya punya Al Quran, saya membaca nya. Membacanya setiap hari, tapi tanpa hati. Tanpa memahaminya, lupa untuk menghadirkan hati, menghadirkan jiwa yang bersih ketika membacanya. Maka, jadilah saya, dibutakan ilusi, lupa bagaimana cara bersyukur. Astaghfirullah, ampuni hamba Rabb...

Komentar

Other Story

Sedikit Bocoran untuk para "Scholarships hunter of Pusbindiklatren Bappenas"

Yak , sepertinya tulisan pertama yang akan berhasil publish semenjak blog ini resmi berganti nama menjadi "diary dudul" adalah tulisan tentang bocoran untuk para pemburu beasiswa Pusbindiklatren Bappenas. Kebetulan saat ini beasiswa tersebut masih di dalam tahap penawaran, jadi masih ada waktu ya untuk sharing. Demi memenuhi janji menuntaskan rasa ingin tahu teman-teman yang begitu luar biasa tentang bagaimana saya bisa mendapat beasiswa ini, sebelum assignments yang ada   semakin membuat tingkat kewarasan semakin rendah, maka saya memaksakan diri untuk menulis. Percayalah, saya terpaksa melakukannya. Hahaha.. Sebelum ini sudah banyak tulisan yang dibuat, tapi semua masih berupa draft, belum satu pun ter- publish ! Oh ya, sebelumnya perlu ditekankan ya, saya selalu suka mengakui bahwa saya bisa mendapatkan beasiswa ini (garis bawah bold capslock) BUKAN KARENA SAYA PINTAR . Saya lebih suka mengakuinya sebagai jawaban atas kedua orang tua saya yang belum juga saya beri calon...