Langsung ke konten utama

Kagum-mengagumi-dikagumi

Kamu pernah mengagumi seseorang? Tergila dengan segala yang ia lakukan -bahkan hal terbodoh sekalipun? Kepo dgn segala yang ia perbuat. Berkali-kali melongok jejaring sosialnya (aku bangeeeet).

Aku pernah, tidak sekali dua kali. Dan hingga saat ini masih saja.

Percaya atau tidak, menurutku mengangumi itu menguras pikiran dan waktu. Bahkan tidak jarang malah menimbulkan iri hati. Ah, jujur saja, susah sekali untuk bisa mengubah kekaguman itu menjadi energi positif.

Sepertinya aku memang masih harus banyak belajar untuk  bisa menjadi seseorang yang layak dikagumi :)

Semoga.

Komentar

Other Story

Memperpendek Gap dalam Persepsi.

persepsi /per·sep·si/  /persépsi/  n   1  tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan:  2  proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya; Lagi, tulisan kali ini hasil diskusi bersama kawan yang saya ceritakan di postingan sebelum ini. Diskusi bermula dari kalimat tanpa titik koma yang diakhiri tawa; Tentu saja bagi saya yang amat sangat memperhatikan tanda baca, kalimat semacam ini membingungkan pada awalnya. Persepsi yang dibangun dari kalimat ini akan sangat tergantung dari tanda baca apa yang digunakan dan dimana tanda baca diletakkan. Tulisan kali ini tidak akan berfokus pada persepsi karena tanda baca (di tulisan lain mungkin bisa saya bahas), tapi lebih pada konten dari kalimat yang saya pahami sebagai sebuah pernyataan alih-alih pertanyaan. Iya, kalimat tersebut saya persepsikan sebagai sebuah pernyataan yang diakhiri dengan sebuah tawa yang penuh kegetiran; Ada sebuah gap yang terbangun ketika kita berbicara dengan orang y...

Ada banyak alasan

Ada banyak alasan untukmu tetap berfikir jernih saat terhimpit masalah... Ada banyak alasan untukmu tetap berlaku tenang saat kalut mendera... Ada banyak alasan untukmu tetap tersenyum saat bersedih... dari sini :) Cibinong, penghujung Oktober 2015