Langsung ke konten utama

Kagum-mengagumi-dikagumi

Kamu pernah mengagumi seseorang? Tergila dengan segala yang ia lakukan -bahkan hal terbodoh sekalipun? Kepo dgn segala yang ia perbuat. Berkali-kali melongok jejaring sosialnya (aku bangeeeet).

Aku pernah, tidak sekali dua kali. Dan hingga saat ini masih saja.

Percaya atau tidak, menurutku mengangumi itu menguras pikiran dan waktu. Bahkan tidak jarang malah menimbulkan iri hati. Ah, jujur saja, susah sekali untuk bisa mengubah kekaguman itu menjadi energi positif.

Sepertinya aku memang masih harus banyak belajar untuk  bisa menjadi seseorang yang layak dikagumi :)

Semoga.

Komentar

Other Story

Sedikit Bocoran untuk para "Scholarships hunter of Pusbindiklatren Bappenas"

Yak , sepertinya tulisan pertama yang akan berhasil publish semenjak blog ini resmi berganti nama menjadi "diary dudul" adalah tulisan tentang bocoran untuk para pemburu beasiswa Pusbindiklatren Bappenas. Kebetulan saat ini beasiswa tersebut masih di dalam tahap penawaran, jadi masih ada waktu ya untuk sharing. Demi memenuhi janji menuntaskan rasa ingin tahu teman-teman yang begitu luar biasa tentang bagaimana saya bisa mendapat beasiswa ini, sebelum assignments yang ada   semakin membuat tingkat kewarasan semakin rendah, maka saya memaksakan diri untuk menulis. Percayalah, saya terpaksa melakukannya. Hahaha.. Sebelum ini sudah banyak tulisan yang dibuat, tapi semua masih berupa draft, belum satu pun ter- publish ! Oh ya, sebelumnya perlu ditekankan ya, saya selalu suka mengakui bahwa saya bisa mendapatkan beasiswa ini (garis bawah bold capslock) BUKAN KARENA SAYA PINTAR . Saya lebih suka mengakuinya sebagai jawaban atas kedua orang tua saya yang belum juga saya beri calon...