Langsung ke konten utama

Entahlah...

Akhir-akhir ini sepertinya ada yang salah dengan diriku.
Aku merasa paranoid dengan diriku sendiri. Ya, aku takut. Ketakutan yang teramat sangat.

Aku takut dengan diriku sendiri yang meragukan tentang kehidupan. Sibuk bertanya tentang mengapa ada kehidupan. Mengapa Tuhan menciptakan kehidupan jika pada akhirnya ada kematian. Mengapa Tuhan seperti ini, seperti itu. Dan puluhan mengapa-mengapa lainnya.

Ya Allah, sungguh aku sama sekali tidak meragukan-Mu. Tapi kenapa pertanyaan pertanyaan itu sangat menyesakkan pikiranku, hingga rasanya aku tidak bisa berfikir senormal yang lainnya. Rasanya semacam aku sudah gila. Kumohon dengan sangat, tolong aku...

Komentar

Other Story

Memperpendek Gap dalam Persepsi.

persepsi /per·sep·si/  /persépsi/  n   1  tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan:  2  proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya; Lagi, tulisan kali ini hasil diskusi bersama kawan yang saya ceritakan di postingan sebelum ini. Diskusi bermula dari kalimat tanpa titik koma yang diakhiri tawa; Tentu saja bagi saya yang amat sangat memperhatikan tanda baca, kalimat semacam ini membingungkan pada awalnya. Persepsi yang dibangun dari kalimat ini akan sangat tergantung dari tanda baca apa yang digunakan dan dimana tanda baca diletakkan. Tulisan kali ini tidak akan berfokus pada persepsi karena tanda baca (di tulisan lain mungkin bisa saya bahas), tapi lebih pada konten dari kalimat yang saya pahami sebagai sebuah pernyataan alih-alih pertanyaan. Iya, kalimat tersebut saya persepsikan sebagai sebuah pernyataan yang diakhiri dengan sebuah tawa yang penuh kegetiran; Ada sebuah gap yang terbangun ketika kita berbicara dengan orang y...

Ada banyak alasan

Ada banyak alasan untukmu tetap berfikir jernih saat terhimpit masalah... Ada banyak alasan untukmu tetap berlaku tenang saat kalut mendera... Ada banyak alasan untukmu tetap tersenyum saat bersedih... dari sini :) Cibinong, penghujung Oktober 2015