Langsung ke konten utama

Satu Hari

Satu hari, kita dipertemukan.
Aku, kamu, di sebuah ruang.

Diam.

Satu hari, ada canda.
Aku, kamu, dan gelak tawa.

Menyenangkan.

Satu hari, ada tangis.
Aku, kamu, genggaman dan pelukan.

Menenangkan.

Satu hari, kita dipisahkan.
Aku, kamu, di tempat yang berbeda.

Senyap.

Komentar

Other Story

Jatuh Hati (Repost)

Demi dzat yang memiliki setiap kata yang bisa maupun yang tidak tertuliskan, ada saja cara Allah memberikan jawaban atas setiap kegelisahan hati kita... Ketika kita marah dengan Tuhan, benci sekali atas takdir Tuhan, bilang Tuhan tidak adil, apakah kita seketika berhenti bernafas? Diambil oleh Tuhan oksigen di sekitar kita? Apakah kita berhenti minum? Diambil seketika oleh Tuhan H2O itu di sekitar kita? Tidak, kan? Padahal mudah saja. Itulah kasih sayang Tuhan.

Ada Hati

@retnohening Sesak . . . Ada hati yang terluka. Ada hati yang merasa. Ada hati yang tak dihargai. Ada hati yang merindu. Ada hati . . . Tak apalah, Hanya sesaat. Hanya saat ini. Esok lusa, Hati ini bisa, kembali memaafkan. Hati ini bisa, kembali menerima. Lapang . . . Bandung, 8 Agustus 2015