Langsung ke konten utama

Sebuah Pernyataan

Ada percakapan yang menarik malam tadi antara aku dan temanku. Sebuah pernyataan yang aku ingin mampu mengingatkan aku ketika satu waktu nanti aku benar-benar 'terjatuh'.

diambil dari sini :)
Sometime somehow, aku gak bohong, aku memang suka sama dia. Dan seperti yang kamu bilang tadi, level nya lebih tinggi d atas 'sekedar jatuh cinta'.
Tapi aku juga realistis, aku lebih suka membiarkan takdir Allah berjalan sebagaimana mestinya kalo memang dia adalah jodohku, bukan memaksakan menjadikan dia jodohku 'apapun caranya'. Maka seperti yang aku bilang tadi juga, kalo dia justru berjodoh dengan org lain, sesaat -hanya sesaat, aku mungkin akan 'sakit hati'. Tapi.. tapi lho ya.. aku bakal percaya "hey, it's a reality, you never change the name of 'qadar'.."

Aku percaya -sangat percaya, bahwa seperti halnya dari Ibu mana -dari siapa kita dilahirkan, orang tua mana yang akan menjadi ayah ibu kita, pun bgmn jalan hidup kita. Aku lebih dari sekedar percaya bahwa jodoh yg telah dituliskan Allah di Lauhul Mahfudz -jauh sbelum kita dilahirkan ke dunia ini, adalah mmg jodoh yg terbaik yg sdh Allah siapkan. Aku tdk akan pernah memaksakannya, aku hanya berusaha mendekatkan diri pada ketetapan yg baik itu.

-Cibinong, 10 Juli 2014-

Komentar

Other Story

Sedikit Bocoran untuk para "Scholarships hunter of Pusbindiklatren Bappenas"

Yak , sepertinya tulisan pertama yang akan berhasil publish semenjak blog ini resmi berganti nama menjadi "diary dudul" adalah tulisan tentang bocoran untuk para pemburu beasiswa Pusbindiklatren Bappenas. Kebetulan saat ini beasiswa tersebut masih di dalam tahap penawaran, jadi masih ada waktu ya untuk sharing. Demi memenuhi janji menuntaskan rasa ingin tahu teman-teman yang begitu luar biasa tentang bagaimana saya bisa mendapat beasiswa ini, sebelum assignments yang ada   semakin membuat tingkat kewarasan semakin rendah, maka saya memaksakan diri untuk menulis. Percayalah, saya terpaksa melakukannya. Hahaha.. Sebelum ini sudah banyak tulisan yang dibuat, tapi semua masih berupa draft, belum satu pun ter- publish ! Oh ya, sebelumnya perlu ditekankan ya, saya selalu suka mengakui bahwa saya bisa mendapatkan beasiswa ini (garis bawah bold capslock) BUKAN KARENA SAYA PINTAR . Saya lebih suka mengakuinya sebagai jawaban atas kedua orang tua saya yang belum juga saya beri calon...