Langsung ke konten utama

Pilihan Hidup

Kita berhak memilih hidup seperti apa yang kita inginkan Nak.
Hidup bersama mereka yang memiliki aura positif.
Atau menutup mata, telinga juga hatimu dari kumpulan orang dan lingkungan yang melemahkan.
Kita selalu bisa memilih Nak.
Maka, jika satu ketika kamu merasa ada yang salah dengan hidupmu, barangkali saja kamu sedang keliru mengambil pilihan?
Tenang, tak perlu malu untuk  mundur beberapa langkah. Harga malu mu tak seberapa bila kau bandingkan dengan lompatan yang bisa kau dapatkan..
Karena hidup kita bukan pilihan A atau B semata..
:: suatu pagi, di rumah Abah
Tanjung Aan, Mei 2016

Komentar

Other Story

Memperpendek Gap dalam Persepsi.

persepsi /per·sep·si/  /persépsi/  n   1  tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan:  2  proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya; Lagi, tulisan kali ini hasil diskusi bersama kawan yang saya ceritakan di postingan sebelum ini. Diskusi bermula dari kalimat tanpa titik koma yang diakhiri tawa; Tentu saja bagi saya yang amat sangat memperhatikan tanda baca, kalimat semacam ini membingungkan pada awalnya. Persepsi yang dibangun dari kalimat ini akan sangat tergantung dari tanda baca apa yang digunakan dan dimana tanda baca diletakkan. Tulisan kali ini tidak akan berfokus pada persepsi karena tanda baca (di tulisan lain mungkin bisa saya bahas), tapi lebih pada konten dari kalimat yang saya pahami sebagai sebuah pernyataan alih-alih pertanyaan. Iya, kalimat tersebut saya persepsikan sebagai sebuah pernyataan yang diakhiri dengan sebuah tawa yang penuh kegetiran; Ada sebuah gap yang terbangun ketika kita berbicara dengan orang y...

Ada banyak alasan

Ada banyak alasan untukmu tetap berfikir jernih saat terhimpit masalah... Ada banyak alasan untukmu tetap berlaku tenang saat kalut mendera... Ada banyak alasan untukmu tetap tersenyum saat bersedih... dari sini :) Cibinong, penghujung Oktober 2015