Langsung ke konten utama

Selimut pasir dan buih ombak


... buih ombak dan pasir di tepian pantai Tanjung Ann, Lombok - 13 Mei 2016...

Ada banyak hal yang kusuka.

Salah satunya,
membuat jemari kaki
berselimutkan pasir pantai yang putih dan
membiarkan buih ombak
menyapu setiap butir pasir yang melekat.

Setiap kali ombak berlari kembali ke lautan,
maka setiap kali itu pula
selalu ada butiran pasir yang tertinggal.

Layaknya kamu yang
menghapus rindu dan sesak ketika datang,

pun selalu meninggalkan kenangan ketika berlalu.

Berulang kali.

Datang dan berlalu.

Komentar

Other Story

Sedikit Bocoran untuk para "Scholarships hunter of Pusbindiklatren Bappenas"

Yak , sepertinya tulisan pertama yang akan berhasil publish semenjak blog ini resmi berganti nama menjadi "diary dudul" adalah tulisan tentang bocoran untuk para pemburu beasiswa Pusbindiklatren Bappenas. Kebetulan saat ini beasiswa tersebut masih di dalam tahap penawaran, jadi masih ada waktu ya untuk sharing. Demi memenuhi janji menuntaskan rasa ingin tahu teman-teman yang begitu luar biasa tentang bagaimana saya bisa mendapat beasiswa ini, sebelum assignments yang ada   semakin membuat tingkat kewarasan semakin rendah, maka saya memaksakan diri untuk menulis. Percayalah, saya terpaksa melakukannya. Hahaha.. Sebelum ini sudah banyak tulisan yang dibuat, tapi semua masih berupa draft, belum satu pun ter- publish ! Oh ya, sebelumnya perlu ditekankan ya, saya selalu suka mengakui bahwa saya bisa mendapatkan beasiswa ini (garis bawah bold capslock) BUKAN KARENA SAYA PINTAR . Saya lebih suka mengakuinya sebagai jawaban atas kedua orang tua saya yang belum juga saya beri calon...