Langsung ke konten utama

Apa yang kau cari dalam ibadahmu?

Tulisan ini terinspirasi dari kegalauan saya ketika ada yang mengingatkan mengapa ibadah saya dirasa berdurasi singkat. Untuk beberapa waktu, saya galau. Ya, saya galau. Apa iya?
Kegalauan saya berhenti, ketika seseorang mengingatkan kembali bahwa cara beribadah setiap orang itu berbeda. Jangan jadi 'dilama-lamain' ibadahnya hanya karena sedang berada di tempat umum. Biar apa? Biar dibilang khusyuk? Sholat itu hubungannya dengan Gusti Allah, yg menilai Allah, bukan manusia. Sholat berdurasi panjang, tp kalo hatinya ndak smpe ke Allah ya percuma. Yang penting semua rukun dan wajibnya sholat terpenuhi dengan baik.
Allohu a'lam.

Komentar

Other Story

Memperpendek Gap dalam Persepsi.

persepsi /per·sep·si/  /persépsi/  n   1  tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan:  2  proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya; Lagi, tulisan kali ini hasil diskusi bersama kawan yang saya ceritakan di postingan sebelum ini. Diskusi bermula dari kalimat tanpa titik koma yang diakhiri tawa; Tentu saja bagi saya yang amat sangat memperhatikan tanda baca, kalimat semacam ini membingungkan pada awalnya. Persepsi yang dibangun dari kalimat ini akan sangat tergantung dari tanda baca apa yang digunakan dan dimana tanda baca diletakkan. Tulisan kali ini tidak akan berfokus pada persepsi karena tanda baca (di tulisan lain mungkin bisa saya bahas), tapi lebih pada konten dari kalimat yang saya pahami sebagai sebuah pernyataan alih-alih pertanyaan. Iya, kalimat tersebut saya persepsikan sebagai sebuah pernyataan yang diakhiri dengan sebuah tawa yang penuh kegetiran; Ada sebuah gap yang terbangun ketika kita berbicara dengan orang y...

Ada banyak alasan

Ada banyak alasan untukmu tetap berfikir jernih saat terhimpit masalah... Ada banyak alasan untukmu tetap berlaku tenang saat kalut mendera... Ada banyak alasan untukmu tetap tersenyum saat bersedih... dari sini :) Cibinong, penghujung Oktober 2015