Langsung ke konten utama

(merasa) bersyukur

Aku merasa akhir-akhir ini Allah yang Maha Mencintai semakin mencintaiku. Di setiap harinya banyak kejadian yang memberiku kesadaran untuk semakin mencintainya pula. Setelah kupikir-pikir, sebenarnya sejak aku lahir, bahkan sebelum ruh ku dihembuskan ke dalam rahim ibuku, Allah benar-benar mencintaiku, hanya saja selama ini aku seringkali luput untuk mensyukurinya. Mungkin selama ini otakku penuh dengan pikiran kotor sehingga membuatku tidak jernih dalam memandang setiap kejadian yang menjadi jalan hidupku. Dan Allah lagi-lagi menunjukkan ke-Maha-annya kembali.
Sore ini aku pulang dari Berbah ke kos dengan mata merah, air mata mengalir tak henti dan bibir menggumam istighfar. Ya Allah, hamba merasa sangat kecil, sangat tak berarti, sangat tak pantas untuk Engkau beri nikmat sedemikan luar biasa besarnya.

Bukanlah orang yang tawadhu’ atau merendahkan diri, seseorang yang jika merendahkan diri merasa dirinya diatas yang dilakukannya. Tetapi orang yang benar-benar merendahkan diri adalah orang yang jika merasa bahwa dirinya masih berada di bawah sesuatu yang dilakukannya - Ibnu Athailah dalam Kitab Al Hikam.

Astaghfirullah, ternyata selama ini aku sangat tinggi hati, aku merasa aku telah mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan namun aku masih merasa bahwa aku pantas untuk mendapatkan nikmat yang lebih dari ini.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(Ar Rahman)


Komentar

Other Story

Memperpendek Gap dalam Persepsi.

persepsi /per·sep·si/  /persépsi/  n   1  tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan:  2  proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya; Lagi, tulisan kali ini hasil diskusi bersama kawan yang saya ceritakan di postingan sebelum ini. Diskusi bermula dari kalimat tanpa titik koma yang diakhiri tawa; Tentu saja bagi saya yang amat sangat memperhatikan tanda baca, kalimat semacam ini membingungkan pada awalnya. Persepsi yang dibangun dari kalimat ini akan sangat tergantung dari tanda baca apa yang digunakan dan dimana tanda baca diletakkan. Tulisan kali ini tidak akan berfokus pada persepsi karena tanda baca (di tulisan lain mungkin bisa saya bahas), tapi lebih pada konten dari kalimat yang saya pahami sebagai sebuah pernyataan alih-alih pertanyaan. Iya, kalimat tersebut saya persepsikan sebagai sebuah pernyataan yang diakhiri dengan sebuah tawa yang penuh kegetiran; Ada sebuah gap yang terbangun ketika kita berbicara dengan orang y...

Ada banyak alasan

Ada banyak alasan untukmu tetap berfikir jernih saat terhimpit masalah... Ada banyak alasan untukmu tetap berlaku tenang saat kalut mendera... Ada banyak alasan untukmu tetap tersenyum saat bersedih... dari sini :) Cibinong, penghujung Oktober 2015