Langsung ke konten utama

Menyoal tentang si Lupa.

Ada satu kata yang menurutku sering sekali diucapkan ketika seseorang dimintai sebuah alasan, yang seakan-akan menjadi kata ampuh ketika seseorang beralasan, termasuk aku.  Ketika terlambat datang di suatu janji, ketika terlambat mengembalikan barang pinjaman, ketika tidak mengerjakan sesuatu, dan bermacam ketika lainnya. LUPA. Ya, lupa adalah kata yang sering diucapkan. Dan entah kenapa ketika kita disodori alasan 'lupa' tersebut, seringkali kita memakluminya. Aku pribadi, seringkali beralasan 'lupa' ketika aku tidak mengerjakan suatu hal. Entah memang aku benar-benar lupa saat itu, atau aku sekedar mencari alasan saja agar orang yang aku sodori alasan 'lupa' tersebut dapat memaklumi.

Kata adikku, lupa itu berkah. Hahaha, iyah berkah kalo emang beneran lupa. Tapi kalo pura-pura lupa? malah jadi dosa kan? tulisan ini terinspirasi ketika aku beralasan lupa meninggalkan shalat. Tau apa sahutan orang yang aku sodori alasan lupa itu? kata-kata pedas, menohok, "Masya Allah, sama Allah saja lupa?" gusti Allah, saat itu aku memang beralasan lupa, tapi aku tidak benar-benar lupa...dosa ku jadi dobel deh, dosa karena meninggalkan shalat (tapi aq sudah mengqodo'nya kok), juga dosa karena aku pura-pura lupa...
Huft, ternyata menempatkan alasan lupa saja tidak boleh sembarangan ya? hehehe...

Komentar

Other Story

Sedikit Bocoran untuk para "Scholarships hunter of Pusbindiklatren Bappenas"

Yak , sepertinya tulisan pertama yang akan berhasil publish semenjak blog ini resmi berganti nama menjadi "diary dudul" adalah tulisan tentang bocoran untuk para pemburu beasiswa Pusbindiklatren Bappenas. Kebetulan saat ini beasiswa tersebut masih di dalam tahap penawaran, jadi masih ada waktu ya untuk sharing. Demi memenuhi janji menuntaskan rasa ingin tahu teman-teman yang begitu luar biasa tentang bagaimana saya bisa mendapat beasiswa ini, sebelum assignments yang ada   semakin membuat tingkat kewarasan semakin rendah, maka saya memaksakan diri untuk menulis. Percayalah, saya terpaksa melakukannya. Hahaha.. Sebelum ini sudah banyak tulisan yang dibuat, tapi semua masih berupa draft, belum satu pun ter- publish ! Oh ya, sebelumnya perlu ditekankan ya, saya selalu suka mengakui bahwa saya bisa mendapatkan beasiswa ini (garis bawah bold capslock) BUKAN KARENA SAYA PINTAR . Saya lebih suka mengakuinya sebagai jawaban atas kedua orang tua saya yang belum juga saya beri calon...