Langsung ke konten utama

yes, i (will be) one of them!

Sore ini saya pergi ke perpustakaan pasca ugm, bukan, bukan untuk mencari buku, tapi mencari sinyal wifi. Hag hag hag. Kuota modem saya sedang tidak bersahabat, habis di saat saya membutuhkan. Hadeh. Ternyata setelah membuka gmail, saya mendapatkan email balasan dari Indonesia Mengajar. Hmmm, beberapa waktu lalu saya memang mengajukan diri menjadi Pengajar Muda pada program ini. walaupun saya mengirimkan aplikasinya di detik-detik terakhir. Hahahaha. Bukan karena saya tidak niat, tapi saya lupa di detik-detik terakhir bahwa saya belum mengirimkan aplikasinya (*tepok jidat)




See, bukan point bahwa saya tidak masuk dalam daftar Pengajar Muda angkatan IV yang ingin saya sampaikan disini. Itu tidak penting. Tapi lihat pilihan diksi yang digunakan. Saya benar-benar tidak kecewa dengan isi emailnya. Saya justru tergugah untuk menjadi 'pantas' di pilih sebagai PM.

Semangat untuk melunasi sebuah janji kemerdekaan hidup di anak-anak muda. Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah janji kita pada setiap anak bangsa. Kemauan Maslahatun untuk hadir dan melunasi janji itu yang membuat kita semua yakin bahwa kelak janji itu akan terlunasi.
Saya ingin semangat tinggi itu Maslahatun pertahankan. Hidup-hidupilah semangat itu dengan keyakinan bahwa pengabdian itu memiliki banyak jalan dan jalur. Indonesia Mengajar hanyalah satu diantara sekian banyak jalur untuk turut memajukan bangsa tercinta.
Saya sadar kabar ini mungkin terasa berat, tapi yakinlah ada banyak cara untuk meraih cita-cita, untuk mengabdi dan untuk melunasi janji-janji kemerdekaan kita. Ada banyak peluang baru yang bisa terbuka saat ikhtiar dilakukan dengan optimal. Saya mendorong Maslahatun terus berkiprah, terus aktif mendorong kemajuan pendidikan kita lewat berbagai jalur.
Semoga Maslahatun tetap bersemangat, tetap optimis memandang masa depan dan semoga keberhasilan akan menjadi bagian dari Maslahatun.

Taraaaa...saya, saya, saya...(*speechless) Sepertinya saya msh belum menyadari dengan saya mengajukan diri menjadi PM berarti saya ikut ambil bagian melunasi 'janji' itu. Saya bersaing dengan bukan orang biasa, mereka semua adalah orang-orang luar biasa. Rasanya seperti  'tertampar'. Yak, saya belum 'pantas' menjadi Pengajar Muda. Saya masih harus banyak belajar, tentang apa itu janji kemerdekaan, tentang apa itu menghidupkan semangat.

Mungkin saat ini saya belum bisa menjadi bagian mereka yang hadir untuk melunasi janji-janji itu, mungkin saat ini saya belum bisa menghidupkan semangat anak-anak Indonesia. Tapi, suatu saat nanti i (will be) the one, yes i am. . .

Komentar

Other Story

Sedikit Bocoran untuk para "Scholarships hunter of Pusbindiklatren Bappenas"

Yak , sepertinya tulisan pertama yang akan berhasil publish semenjak blog ini resmi berganti nama menjadi "diary dudul" adalah tulisan tentang bocoran untuk para pemburu beasiswa Pusbindiklatren Bappenas. Kebetulan saat ini beasiswa tersebut masih di dalam tahap penawaran, jadi masih ada waktu ya untuk sharing. Demi memenuhi janji menuntaskan rasa ingin tahu teman-teman yang begitu luar biasa tentang bagaimana saya bisa mendapat beasiswa ini, sebelum assignments yang ada   semakin membuat tingkat kewarasan semakin rendah, maka saya memaksakan diri untuk menulis. Percayalah, saya terpaksa melakukannya. Hahaha.. Sebelum ini sudah banyak tulisan yang dibuat, tapi semua masih berupa draft, belum satu pun ter- publish ! Oh ya, sebelumnya perlu ditekankan ya, saya selalu suka mengakui bahwa saya bisa mendapatkan beasiswa ini (garis bawah bold capslock) BUKAN KARENA SAYA PINTAR . Saya lebih suka mengakuinya sebagai jawaban atas kedua orang tua saya yang belum juga saya beri calon...