Langsung ke konten utama

Demam k-drama

Dulu, jaman duluuuu banget (berasa udah lama ya? padahal baru juga kemarin, hehe), waktu saya sedang sibuk-sibuknya mencari inspirasi 'mulai dari mana' si skrips** (baca; skripsweet) harus disusun. Saya sering mangkal di perpus fakultas. Bukannya cari bahan tulisan malah sibuk nge-net, facebook-an, twitter-an. Hahaha. Kadang kalo ketemu teman seperjuangan, kita bakal sharing informasi, bahasa kerennya gitu, padahal tetep aja judulnya sih 'nggosip'.

Nah, di sela-sela sharing (tetep ya, pake diksi ini), biasanya g keselip juga pertanyaan 'Eh, nge-save film apa nih, bagi dong..'. Serius, film ini bisa jadi salah satu obat stress akut kalo sedang nyusun. Gak percaya? Ah, ya gak apa-apa sih mau percaya apa enggak. Intinya deh, singkat cerita saya dapat serial tv korea, k-drama judulnya Personal Taste, film produksi tahun 2010. Jujur, saya tidak begitu suka dengan film berdurasi panjang. Tapi memang sedikit pengecualian untuk drama korea, yang dalam hemat saya, sedikit butuh 'mikir' untuk ditonton walaupun durasi ceritanya terbilang pendek. Mungkin ending cerita bisa ditebak, tapi jalan cerita seringkali tidak seperti yang kita bayangkan. Jelas tidak sama dengan film-film lokal (baca; sinetron) yang bisa ber-ratus-ratus episode dan ada banyak season. Jadi, maulah saya meng-copy film yang menghabiskan lebih dari 12 Giga memory hard disk saya ini. Membutuhkan waktu hampir seharian penuh di depan laptop jika ingin menonton film ini dari part 1 hingga berakhir di part 16 (saya tahu pasti karena saya pernah mencobanya, hanya diselingi waktu untuk mencari makan-karena makan pun tetap sambil menonton, ke toilet, dan shalat, hehe).

Film ini berangkat dari novel dengan judul yang sama. Tidak, saya tidak sedang menyusun resensi film ini, silahkan kalian tanyakan pada Mbah Google kalo ingin mencari resensinya. Yang hendak saya ceritakan adalah bahwa film ini--bagi saya, ditonton berulang kali pun tetap tidak membosankan. Saya tertawa di scene yang memang lucu, saya berulang kali hampir meneteskan air mata di scene-scene tertentu, bahkan tidak jarang dada saya sesak di beberapa scene yang membuat emosi naik (saya jadi ikut marah, lho?). Sepertinya pesona Lee Min Ho begitu kuat membius saya di film ini. Hahaha...


*Bandung, setelah menonton film ini untuk kesekian kalinya :)

-gambar diambil dari sini-

Komentar

Other Story

Jatuh Hati (Repost)

Demi dzat yang memiliki setiap kata yang bisa maupun yang tidak tertuliskan, ada saja cara Allah memberikan jawaban atas setiap kegelisahan hati kita... Ketika kita marah dengan Tuhan, benci sekali atas takdir Tuhan, bilang Tuhan tidak adil, apakah kita seketika berhenti bernafas? Diambil oleh Tuhan oksigen di sekitar kita? Apakah kita berhenti minum? Diambil seketika oleh Tuhan H2O itu di sekitar kita? Tidak, kan? Padahal mudah saja. Itulah kasih sayang Tuhan.

•FILOSOFI HIDUP EINSTEIN• (just share)

Ah, sudah bulan baru, tapi saya masih saja belum produktif , belum berhasil menyusun satupun tulisan baru. Yah, daripada tidak sama sekali, lebih baik saya share saja tulisan dari  salah satu  fanspage  (yang saya dapatkan pun juga tidak sengaja), bagi saya tulisan ini cukup menarik (kalau boleh saya bilang sangat menarik malah). Yeay, sudah cukup berbasa-basinya. Let's check it out. just enjoy it... Oya, kalo menurut kalian tulisan ini bermanfaat, this is free for share , sila berbagi kebaikan... Jangan khawatir, kita tidak akan membahas tentang fisika nuklir atau hal-hal jenius yg bisa membuat kita mengernyitkan kening :D Apa aja sih nasehat2 hidup dari Einstein ? 1. Tanamkan rasa Ingin tahu kamu. “Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja.” Seperti apa sih rasa ingin tahu itu? coba kita fikirkan, mengapa ada orang sukses, sementara banyak lainnya gagal; karena itu mari kita gunakan waktu dengan s...