Langsung ke konten utama

Dan Saya Mendapatkannya

Alhamdulillah, saya menulis lagi. Hehehe. Senang sekali rasanya bisa menulis. Ada yang berkurang dari sudut-sudut, pojokan, penjuru, atau apalah namanya, itu dari kecilnya memori otak saya :)

Oke, kali ini saya akan bercerita tentang apresiasi yang saya dapatkan dari salah seorang Dosen saya, sungguh kebanggaan tersendiri ketika saya bisa mendapatkannya. Cerita ini bermula dari postingan di salah satu grup fb yang saya ikuti.


Sejujurnya yang membuat saya tertarik dari postingan itu (pada awalnya) hanya satu kosakata, LETTO, no more!!! Bayangpun, eh, Bayangkan dong, 5 tahun lebih saya tinggal di Jogja, kota yang sama dimana mereka tinggal, tidak sekalipun saya berhasil bertemu dengan mereka -,-
Entah kenapa, takdir belum berbaik hati mempertemukan saya dengan Mas Noe. Hehehe, saya secret admirer nya mas satu ini, bahkan saya sudah jatuh cinta sebelum saya tahu bagaimana rupa orangnya. Yup, saya jatuh cinta pada suaranya. Saya bisa mengenali suaranya di lagu manapun yang dia nyanyikan :)
Pernah, satu ketika, ketika single di salah satu album barunya sudah diputar di beberapa radio lokal, saya girang bukan main mendengar suaranya, sampai mencari tahu apakah benar lagu yang diputar itu adalah single terbarunya. But once again, saya garis bawahi ya, saya jatuh cinta pada suaranya, tidak peduli sekalipun Mas Noe saat ini sudah memiliki pendamping hidup (hiks,,)
Sekalinya ada kesempatan untuk bertemu dengan Letto, saya sudah tidak tinggal di Jogja lagi. Duh, Gusti >,<

Ah, sudahlah, saya coba kembali memahami postingan Pak Dosen; Blog adalah media penting eksistensi diri dan termasuk pembelajaran. Hei, benar apa kata Pak Dosen, jejaring sosial semacam fb, twitter, dan lainnya adalah salah satu bukti eksistensi diri seseorang, tapi banyak dari kita yang lupa (atau tidak tahu?) jika blog adalah media eksistensi yang juga tidak kalah penting (jauh lebih penting malah kalau saya boleh berpendapat). Satu kelebihan yang tidak dimiliki media eksistensi diri lainnya, blog tidak akan pernah terbatas jumlah karakter. Sepanjang apapun 'Apa yang Anda pikirkan', bisa kita tuliskan. 

Pembelajaran? Ya, dengan memiliki blog, kita bebas untuk menentukan, baik itu desain maupun konten dari blog tersebut. Bagaimana membuat tampilan blog dan 'mau di bawa kemana' arah konten blog menjadi semenarik mungkin bagi para blog walker bukan hal yang mudah. Blog dengan tampilan eye-catching, namun tidak diimbangi dengan kualitas konten yang baik tentu saja akan sama sia-sianya dengan blog yang memiliki konten berkualitas namun tampilannya sangat membosankan. Membuat kesemuanya itu menjadi kesatuan yang menarik membutuhkan proses. Proses pembelajaran yang tentu bukan sesuatu yang mudah, tapi juga tidak sulit jika kita mau mempelajarinya :D

Berdasar pada statement 'Saya tidak memandang isi blog, tapi yang penting blog itu dibuat dan dimiliki oleh mahasiswa geografi', saya berasumsi bahwa saya masih punya kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam event ini. Saya kan (dulu) mahasiswa geografi juga, hehe. Saya sudah lupa pada embel-embel hadiah yang Pak Dosen berikan. Jadilah saya memberanikan diri mengikutsertakan blog ini. Saat mengirimkan message, tujuan saya hanya satu, saya akan merasa sangat beruntung jika beliau berkenan berkunjung ke blog ini.


Saya sudah lupa tentang kompetisi blog ini, setelah sepekan kemudian Pak Dosen kembali mengirimkan postingan baru terkait dengannya. Seperti asumsi saya sebelumnya, benar jika penilaian berdasarkan pada tampilan dan konten. Ada yang menarik, ternyata konsistensi update menjadi salah satu poin penilaian. Ah, benar juga ke-istiqomah-an menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan memang penting juga ternyata ya? Kalau dipikir-pikir, ternyata konsisten, istiqomah, dalam berbuat atau mengerjakan sesuatu hal itu memang penting :)


Wauw, sesuatu sekali bukan? ayabil.blogspot berada di urutan 3 dari 46 blog yang ikut berkompetisi!!! Saya senang, bukan, bukan, bukan karena pengunjung blog ini, yang sekalinya di-broadcast ada lebih dari 100 blog walker di hari yang sama. Sungguh, bukan karena itu. Saya sudah tidak memperdulikan lagi berapa banyak pengunjung blog ini, bagi saya hal tersebut hanya sekedar 'cukup tahu' saja. Saya lebih menyukai ketika 1 atau 2 dari mereka mendapatkan pemahaman lebih setelah membaca tulisan-tulisan saya, untuk kemudian terinspirasi menuliskan ide atau pemikiran yang mereka miliki.

And here, the gift that i've got from this event. Tiba di Bandung dengan bantuan salah satu sahabat terbaik yang pernah saya miliki :)

Terima Kasih - 감사합니다 - Dank u - ありがとう - Merci - 谢谢 - Grazie - ขอขอบคุณคุณ  - Danke -  शुक्रिया




*Bandung, kamar penuh cinta :)

Komentar

Other Story

•FILOSOFI HIDUP EINSTEIN• (just share)

Ah, sudah bulan baru, tapi saya masih saja belum produktif , belum berhasil menyusun satupun tulisan baru. Yah, daripada tidak sama sekali, lebih baik saya share saja tulisan dari  salah satu  fanspage  (yang saya dapatkan pun juga tidak sengaja), bagi saya tulisan ini cukup menarik (kalau boleh saya bilang sangat menarik malah). Yeay, sudah cukup berbasa-basinya. Let's check it out. just enjoy it... Oya, kalo menurut kalian tulisan ini bermanfaat, this is free for share , sila berbagi kebaikan... Jangan khawatir, kita tidak akan membahas tentang fisika nuklir atau hal-hal jenius yg bisa membuat kita mengernyitkan kening :D Apa aja sih nasehat2 hidup dari Einstein ? 1. Tanamkan rasa Ingin tahu kamu. “Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja.” Seperti apa sih rasa ingin tahu itu? coba kita fikirkan, mengapa ada orang sukses, sementara banyak lainnya gagal; karena itu mari kita gunakan waktu dengan s...