Langsung ke konten utama

Berharap Rasa Ini Lebih Baik

Saat saya menulis tulisan ini, perasaan saya sedang tidak bersahabat. Sangat. Bahkan saya sudah cukup lelah untuk menangis. . . *sigh
Tapi, saya tau, saya tidak boleh terus-terusan seperti ini. Saya butuh dinasehati, saya butuh diingatkan. And here i am, got a book and read some quotes. . .
Seseorang yang memiliki tujuan hidup,maka baginya tidak akan ada pertanyaan tentang kenapa Tuhan selalu mengambil sesuatu yg menyenangkan darinya, kenapa dia harus dilemparkan lagi ke kesedihan. Baginya semua proses yg dialami, menyakitkan atau menyenangkan, semuanya utk menjemput tujuan itu. Dan dia bertekad menjemput akhir sambil tersenyum.| page 318
Kalau Tuhan menginginkannya terjadi, maka sebuah kejadian pasti terjadi, tidak peduli seluruh isi langit-bumi bersekutu menggagalkannya. Sebaliknya, kalau Tuhan tidak menginginkannya, maka sebuah kejadian niscaya tidak akan terjadi, tidak peduli seluruh isi langit-bumi bersekutu melaksanakannya. | page 213
Kejadian buruk itu datang sesuai takdir langit. Hanya ada satu hal yang bisa mencegahnya. Satu hal, sama seperti siklus sebab-akibat sebelumnya, yaitu; berbagi. Ya, berbagi apa saja dgn orang lain. Tidak. Sebenarnya berbagi tidak mencegahnya secara langsung, tapi dengan berbagi kau akan membuat hatimu damai. Hanya orang-orang dengan hati damailah yang bisa menerima kejadian buruk dengan lega.| page 213
Berharap siapapun yang sedang mengalami apa yang saya rasakan, juga bisa menjadi lebih baik setelah membaca tulisan ini. Seperti saya :)

*Quotes diambil dari Novel berjudul Rembulan Tenggelam di Wajahmu, Darwis Tere Liye.

Komentar

Other Story

Memperpendek Gap dalam Persepsi.

persepsi /per·sep·si/  /persépsi/  n   1  tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan:  2  proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya; Lagi, tulisan kali ini hasil diskusi bersama kawan yang saya ceritakan di postingan sebelum ini. Diskusi bermula dari kalimat tanpa titik koma yang diakhiri tawa; Tentu saja bagi saya yang amat sangat memperhatikan tanda baca, kalimat semacam ini membingungkan pada awalnya. Persepsi yang dibangun dari kalimat ini akan sangat tergantung dari tanda baca apa yang digunakan dan dimana tanda baca diletakkan. Tulisan kali ini tidak akan berfokus pada persepsi karena tanda baca (di tulisan lain mungkin bisa saya bahas), tapi lebih pada konten dari kalimat yang saya pahami sebagai sebuah pernyataan alih-alih pertanyaan. Iya, kalimat tersebut saya persepsikan sebagai sebuah pernyataan yang diakhiri dengan sebuah tawa yang penuh kegetiran; Ada sebuah gap yang terbangun ketika kita berbicara dengan orang y...

Ada banyak alasan

Ada banyak alasan untukmu tetap berfikir jernih saat terhimpit masalah... Ada banyak alasan untukmu tetap berlaku tenang saat kalut mendera... Ada banyak alasan untukmu tetap tersenyum saat bersedih... dari sini :) Cibinong, penghujung Oktober 2015