Barangkali ragamu memang sudah lama tercabik ratusan cacing di bawah gundukan tanah merah itu.
Tapi kami yakin sukmamu masih terjaga, bersemayam di dunia paralel lainnya.
Sementara, kenangan akanmu, masih tersimpan rapi di sini, di hati kami.
Ini kali ketiga kami tak lagi mampu mengucapkannya langsung, tidak lewat telepon, pun sms. Atau sekedar ucapan basa-basi di wall facebook.
Namun ucapan dari kami masih sama, seperti kali sebelumnya, seperti di setiap tengadah tangan kami seusai sujud panjang menemuiNya.
Smoga Tuhan dan Malaikat-Malaikat di surga berkenan menempatkanmu di tempat yang terbaik untuk menunggu kami. Menjagamu hingga akhirnya kami datang. Tak hanya sekedar berkunjung, tapi juga menemani. Hidup bersama kembali.
Peluk rindu kami untukmu.
…12 Maret 2013…
persepsi /per·sep·si/ /persépsi/ n 1 tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan: 2 proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya; Lagi, tulisan kali ini hasil diskusi bersama kawan yang saya ceritakan di postingan sebelum ini. Diskusi bermula dari kalimat tanpa titik koma yang diakhiri tawa; Tentu saja bagi saya yang amat sangat memperhatikan tanda baca, kalimat semacam ini membingungkan pada awalnya. Persepsi yang dibangun dari kalimat ini akan sangat tergantung dari tanda baca apa yang digunakan dan dimana tanda baca diletakkan. Tulisan kali ini tidak akan berfokus pada persepsi karena tanda baca (di tulisan lain mungkin bisa saya bahas), tapi lebih pada konten dari kalimat yang saya pahami sebagai sebuah pernyataan alih-alih pertanyaan. Iya, kalimat tersebut saya persepsikan sebagai sebuah pernyataan yang diakhiri dengan sebuah tawa yang penuh kegetiran; Ada sebuah gap yang terbangun ketika kita berbicara dengan orang y...
Komentar
Posting Komentar