Barangkali ragamu memang sudah lama tercabik ratusan cacing di bawah gundukan tanah merah itu.
Tapi kami yakin sukmamu masih terjaga, bersemayam di dunia paralel lainnya.
Sementara, kenangan akanmu, masih tersimpan rapi di sini, di hati kami.
Ini kali ketiga kami tak lagi mampu mengucapkannya langsung, tidak lewat telepon, pun sms. Atau sekedar ucapan basa-basi di wall facebook.
Namun ucapan dari kami masih sama, seperti kali sebelumnya, seperti di setiap tengadah tangan kami seusai sujud panjang menemuiNya.
Smoga Tuhan dan Malaikat-Malaikat di surga berkenan menempatkanmu di tempat yang terbaik untuk menunggu kami. Menjagamu hingga akhirnya kami datang. Tak hanya sekedar berkunjung, tapi juga menemani. Hidup bersama kembali.
Peluk rindu kami untukmu.
…12 Maret 2013…
Demi dzat yang memiliki setiap kata yang bisa maupun yang tidak tertuliskan, ada saja cara Allah memberikan jawaban atas setiap kegelisahan hati kita... Ketika kita marah dengan Tuhan, benci sekali atas takdir Tuhan, bilang Tuhan tidak adil, apakah kita seketika berhenti bernafas? Diambil oleh Tuhan oksigen di sekitar kita? Apakah kita berhenti minum? Diambil seketika oleh Tuhan H2O itu di sekitar kita? Tidak, kan? Padahal mudah saja. Itulah kasih sayang Tuhan.
Komentar
Posting Komentar