Satu ketika, saya pernah membaca postingan salah satu 'suhu' saya di fanspage ny. Saya lupa bagaimana kalimat utuhnya, yg saya ingat hanya bagian ini;
Tulislah apa yang HARUS orang lain baca, bukan yang INGIN orang lain baca.
Satu, dua, tiga, bermenit-menit kemudian, otak saya berfikir keras. Jeda antara harus dan ingin itu tipis sekali, bukan? Lalu bagaimana membedakan keduanya? Bukankah kita seringkali terjebak dalam situasi memenuhi keharusan dan keinginan?
Lama baru saya mengerti, batasan nya sebenarnya sangat jelas. Hati setiap orang lah yang akan menentukan batasannya. Sekalipun otak berusaha keras memanipulasi bahwa sesuatu itu adalah sebuah keharusan, maka hati kita tidak akan pernah bisa termanipulasi.
Jadi, selamat menulis apa yang HARUS orang lain baca :D
Tulislah apa yang HARUS orang lain baca, bukan yang INGIN orang lain baca.
Satu, dua, tiga, bermenit-menit kemudian, otak saya berfikir keras. Jeda antara harus dan ingin itu tipis sekali, bukan? Lalu bagaimana membedakan keduanya? Bukankah kita seringkali terjebak dalam situasi memenuhi keharusan dan keinginan?
Lama baru saya mengerti, batasan nya sebenarnya sangat jelas. Hati setiap orang lah yang akan menentukan batasannya. Sekalipun otak berusaha keras memanipulasi bahwa sesuatu itu adalah sebuah keharusan, maka hati kita tidak akan pernah bisa termanipulasi.
Jadi, selamat menulis apa yang HARUS orang lain baca :D
Komentar
Posting Komentar