Langsung ke konten utama

Menulis; harus atau ingin?

Satu ketika, saya pernah membaca postingan salah satu 'suhu' saya di fanspage ny. Saya lupa bagaimana kalimat utuhnya, yg saya ingat hanya bagian ini;
Tulislah apa yang HARUS orang lain baca, bukan yang INGIN orang lain baca.
Satu, dua, tiga, bermenit-menit kemudian, otak saya berfikir keras. Jeda antara harus dan ingin itu tipis sekali, bukan? Lalu bagaimana membedakan keduanya? Bukankah kita seringkali terjebak dalam situasi memenuhi keharusan dan keinginan?
Lama baru saya mengerti, batasan nya sebenarnya sangat jelas. Hati setiap orang lah yang akan menentukan batasannya. Sekalipun otak berusaha keras memanipulasi bahwa sesuatu itu adalah sebuah keharusan, maka hati kita tidak akan pernah bisa termanipulasi.
Jadi, selamat menulis apa yang HARUS orang lain baca :D

Komentar

Other Story

•FILOSOFI HIDUP EINSTEIN• (just share)

Ah, sudah bulan baru, tapi saya masih saja belum produktif , belum berhasil menyusun satupun tulisan baru. Yah, daripada tidak sama sekali, lebih baik saya share saja tulisan dari  salah satu  fanspage  (yang saya dapatkan pun juga tidak sengaja), bagi saya tulisan ini cukup menarik (kalau boleh saya bilang sangat menarik malah). Yeay, sudah cukup berbasa-basinya. Let's check it out. just enjoy it... Oya, kalo menurut kalian tulisan ini bermanfaat, this is free for share , sila berbagi kebaikan... Jangan khawatir, kita tidak akan membahas tentang fisika nuklir atau hal-hal jenius yg bisa membuat kita mengernyitkan kening :D Apa aja sih nasehat2 hidup dari Einstein ? 1. Tanamkan rasa Ingin tahu kamu. “Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja.” Seperti apa sih rasa ingin tahu itu? coba kita fikirkan, mengapa ada orang sukses, sementara banyak lainnya gagal; karena itu mari kita gunakan waktu dengan s...