Langsung ke konten utama

Menulis; harus atau ingin?

Satu ketika, saya pernah membaca postingan salah satu 'suhu' saya di fanspage ny. Saya lupa bagaimana kalimat utuhnya, yg saya ingat hanya bagian ini;
Tulislah apa yang HARUS orang lain baca, bukan yang INGIN orang lain baca.
Satu, dua, tiga, bermenit-menit kemudian, otak saya berfikir keras. Jeda antara harus dan ingin itu tipis sekali, bukan? Lalu bagaimana membedakan keduanya? Bukankah kita seringkali terjebak dalam situasi memenuhi keharusan dan keinginan?
Lama baru saya mengerti, batasan nya sebenarnya sangat jelas. Hati setiap orang lah yang akan menentukan batasannya. Sekalipun otak berusaha keras memanipulasi bahwa sesuatu itu adalah sebuah keharusan, maka hati kita tidak akan pernah bisa termanipulasi.
Jadi, selamat menulis apa yang HARUS orang lain baca :D

Komentar

Other Story

Sedikit Bocoran untuk para "Scholarships hunter of Pusbindiklatren Bappenas"

Yak , sepertinya tulisan pertama yang akan berhasil publish semenjak blog ini resmi berganti nama menjadi "diary dudul" adalah tulisan tentang bocoran untuk para pemburu beasiswa Pusbindiklatren Bappenas. Kebetulan saat ini beasiswa tersebut masih di dalam tahap penawaran, jadi masih ada waktu ya untuk sharing. Demi memenuhi janji menuntaskan rasa ingin tahu teman-teman yang begitu luar biasa tentang bagaimana saya bisa mendapat beasiswa ini, sebelum assignments yang ada   semakin membuat tingkat kewarasan semakin rendah, maka saya memaksakan diri untuk menulis. Percayalah, saya terpaksa melakukannya. Hahaha.. Sebelum ini sudah banyak tulisan yang dibuat, tapi semua masih berupa draft, belum satu pun ter- publish ! Oh ya, sebelumnya perlu ditekankan ya, saya selalu suka mengakui bahwa saya bisa mendapatkan beasiswa ini (garis bawah bold capslock) BUKAN KARENA SAYA PINTAR . Saya lebih suka mengakuinya sebagai jawaban atas kedua orang tua saya yang belum juga saya beri calon...