Saat aku menghadapNya, di sepanjang perjalanan menemuinya, aku selalu berusaha untuk bisa mem'buta-tuli-bisu'kan panca indera ku, agar hatiku bisa melihat, mendengar sekaligus berdialog denganNya. Tanpa perantara. Walau sampai saat ini sungguh, itu adalah satu dari sekian banyak hal yg aku mati-matian berusaha melakukannya...
Tapi, ketika urusan duniawi dtg, kita acapkali berbuat sebaliknya. Kita sudah dimanjakan untuk terbiasa mem'buta-tuli-bisu'kan hati kita...
Pun juga aku. Sungguh, aku malu melakukannya...
persepsi /per·sep·si/ /persépsi/ n 1 tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan: 2 proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya; Lagi, tulisan kali ini hasil diskusi bersama kawan yang saya ceritakan di postingan sebelum ini. Diskusi bermula dari kalimat tanpa titik koma yang diakhiri tawa; Tentu saja bagi saya yang amat sangat memperhatikan tanda baca, kalimat semacam ini membingungkan pada awalnya. Persepsi yang dibangun dari kalimat ini akan sangat tergantung dari tanda baca apa yang digunakan dan dimana tanda baca diletakkan. Tulisan kali ini tidak akan berfokus pada persepsi karena tanda baca (di tulisan lain mungkin bisa saya bahas), tapi lebih pada konten dari kalimat yang saya pahami sebagai sebuah pernyataan alih-alih pertanyaan. Iya, kalimat tersebut saya persepsikan sebagai sebuah pernyataan yang diakhiri dengan sebuah tawa yang penuh kegetiran; Ada sebuah gap yang terbangun ketika kita berbicara dengan orang y...
Komentar
Posting Komentar