Saat aku menghadapNya, di sepanjang perjalanan menemuinya, aku selalu berusaha untuk bisa mem'buta-tuli-bisu'kan panca indera ku, agar hatiku bisa melihat, mendengar sekaligus berdialog denganNya. Tanpa perantara. Walau sampai saat ini sungguh, itu adalah satu dari sekian banyak hal yg aku mati-matian berusaha melakukannya...
Tapi, ketika urusan duniawi dtg, kita acapkali berbuat sebaliknya. Kita sudah dimanjakan untuk terbiasa mem'buta-tuli-bisu'kan hati kita...
Pun juga aku. Sungguh, aku malu melakukannya...
terimakasih buat Dian Aditya Mandana Putri yang sudah berbaik hati membawakan dan mengizinkan Bantal Kero ini menginap di kamar saya. Hehe :D Love you sistah...
Komentar
Posting Komentar