Saat aku menghadapNya, di sepanjang perjalanan menemuinya, aku selalu berusaha untuk bisa mem'buta-tuli-bisu'kan panca indera ku, agar hatiku bisa melihat, mendengar sekaligus berdialog denganNya. Tanpa perantara. Walau sampai saat ini sungguh, itu adalah satu dari sekian banyak hal yg aku mati-matian berusaha melakukannya...
Tapi, ketika urusan duniawi dtg, kita acapkali berbuat sebaliknya. Kita sudah dimanjakan untuk terbiasa mem'buta-tuli-bisu'kan hati kita...
Pun juga aku. Sungguh, aku malu melakukannya...
perjalanan menuju permulaan
Komentar
Posting Komentar