Saat aku menghadapNya, di sepanjang perjalanan menemuinya, aku selalu berusaha untuk bisa mem'buta-tuli-bisu'kan panca indera ku, agar hatiku bisa melihat, mendengar sekaligus berdialog denganNya. Tanpa perantara. Walau sampai saat ini sungguh, itu adalah satu dari sekian banyak hal yg aku mati-matian berusaha melakukannya...
Tapi, ketika urusan duniawi dtg, kita acapkali berbuat sebaliknya. Kita sudah dimanjakan untuk terbiasa mem'buta-tuli-bisu'kan hati kita...
Pun juga aku. Sungguh, aku malu melakukannya...
Demi dzat yang memiliki setiap kata yang bisa maupun yang tidak tertuliskan, ada saja cara Allah memberikan jawaban atas setiap kegelisahan hati kita... Ketika kita marah dengan Tuhan, benci sekali atas takdir Tuhan, bilang Tuhan tidak adil, apakah kita seketika berhenti bernafas? Diambil oleh Tuhan oksigen di sekitar kita? Apakah kita berhenti minum? Diambil seketika oleh Tuhan H2O itu di sekitar kita? Tidak, kan? Padahal mudah saja. Itulah kasih sayang Tuhan.
Komentar
Posting Komentar