Langsung ke konten utama

Bertahan untuk Kembali

Instagram @fahdpahdepie


Tentang pergi dan pulang.
Tentang meninggalkan dan bertahan.
Tentang pergi dan kembali.
Itu sudah menjadi hal yg pasti dalam hidup.
Yang pergi bukan berarti tidak kembali.
Hanya saja terkadang kita sebagai manusia
butuh waktu untuk sendiri,
tidak melulu bersama sepanjang waktu.
Pun bisa jadi yang pergi akan selamanya pergi.
Tanpa sedetik pun menengok ke belakang.
Namun, diantara itu semua jangan melupakan orang
yg bersedia menguatkan hatinya,
melapangkan hatinya,
juga jiwa dan raga untuk bertahan.
Bertahan untuk mencintai, menyayangi
dan memutuskan untuk tetap membersamai.
Yang bertahan itulah yang indah hatinya.
Bertahan itu membutuhkan pengorbanan yang sangat besar,
namun seringkali yang bertahan justru ditinggalkan dengan berbagai alasan.
Dan akhirnya yang bertahan pun akan mengatakan
'aku menyadari satu hal ;
 yang bukan untukku,
sekeras apapun kupaksakan,
tetap saja tak akan menjadi milikku.'


Suatu pagi, 27 Juni 2016.

Komentar

Other Story

Memperpendek Gap dalam Persepsi.

persepsi /per·sep·si/  /persépsi/  n   1  tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan:  2  proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya; Lagi, tulisan kali ini hasil diskusi bersama kawan yang saya ceritakan di postingan sebelum ini. Diskusi bermula dari kalimat tanpa titik koma yang diakhiri tawa; Tentu saja bagi saya yang amat sangat memperhatikan tanda baca, kalimat semacam ini membingungkan pada awalnya. Persepsi yang dibangun dari kalimat ini akan sangat tergantung dari tanda baca apa yang digunakan dan dimana tanda baca diletakkan. Tulisan kali ini tidak akan berfokus pada persepsi karena tanda baca (di tulisan lain mungkin bisa saya bahas), tapi lebih pada konten dari kalimat yang saya pahami sebagai sebuah pernyataan alih-alih pertanyaan. Iya, kalimat tersebut saya persepsikan sebagai sebuah pernyataan yang diakhiri dengan sebuah tawa yang penuh kegetiran; Ada sebuah gap yang terbangun ketika kita berbicara dengan orang y...

Ada banyak alasan

Ada banyak alasan untukmu tetap berfikir jernih saat terhimpit masalah... Ada banyak alasan untukmu tetap berlaku tenang saat kalut mendera... Ada banyak alasan untukmu tetap tersenyum saat bersedih... dari sini :) Cibinong, penghujung Oktober 2015