Langsung ke konten utama

Pilihan Kata

Akhir-akhir ini, seakan sudah menjadi kebiasaan, ketika ada teman di sosial media yang meninggalkan komentar di status yang aku buat, aku berusaha sebisa mungkin menanyakan kabar anak mereka (kalau mereka sudah punya anak, kalau punya suami aja sih masa iya aku tanyain kabarnya juga, ndak dikira kurang kerjaan, haha). Biasanya juga, aku mencoba meluangkan waktu untuk scrolling timeline mereka agar bisa menemukan siapa nama anaknya.

Sebenarnya aku pikir masih cukup etis sih kalau sekedar bertanya 'Anakmu apa kabar? Sudah bisa apa?' (walaupun kesan basa-basinya kentara benar ya, haha). Tapi sepertinya ada yang berbeda ketika aku bertanya dengan menambahkan nama semacam ini, 'Quinsya apa kabar? Sekolahnya lancar?', atau 'Angger apa kabar? Sudah mau makan sendiri?', atau semacam ini, 'Nisa apa kabar? Masih rewel gara2 pilek nya?'.

Bahasanya sama, sekedar bertanya kabar. Tapi feel yang didapatkan berbeda. Merasa lebih diperhatikan, merasa lebih dihargai, merasa lebih... 

Bahahahaha, maaf ya tulisan kali ini banyak sok tahu-nya, gak tau juga benar atau tidaknya. Aku sendiri masih menunggu saat-saat memberikan jawaban pada orang yang (akan kuanggap tidak) sekedar iseng bertanya 'Hanum apakabar? Sudah mau punya adek lagi ya?' 👉 duuuuh, nikah dulu Bu.. hahahaha..

#Jurnal52 #Minggu4


Komentar

Other Story

Sedikit Bocoran untuk para "Scholarships hunter of Pusbindiklatren Bappenas"

Yak , sepertinya tulisan pertama yang akan berhasil publish semenjak blog ini resmi berganti nama menjadi "diary dudul" adalah tulisan tentang bocoran untuk para pemburu beasiswa Pusbindiklatren Bappenas. Kebetulan saat ini beasiswa tersebut masih di dalam tahap penawaran, jadi masih ada waktu ya untuk sharing. Demi memenuhi janji menuntaskan rasa ingin tahu teman-teman yang begitu luar biasa tentang bagaimana saya bisa mendapat beasiswa ini, sebelum assignments yang ada   semakin membuat tingkat kewarasan semakin rendah, maka saya memaksakan diri untuk menulis. Percayalah, saya terpaksa melakukannya. Hahaha.. Sebelum ini sudah banyak tulisan yang dibuat, tapi semua masih berupa draft, belum satu pun ter- publish ! Oh ya, sebelumnya perlu ditekankan ya, saya selalu suka mengakui bahwa saya bisa mendapatkan beasiswa ini (garis bawah bold capslock) BUKAN KARENA SAYA PINTAR . Saya lebih suka mengakuinya sebagai jawaban atas kedua orang tua saya yang belum juga saya beri calon...