Langsung ke konten utama

(Repost) Mendoakanmu adalah cara yang paling benar

diambil dari sini :)

Jemari bergerak lincah,
Menekan tombol pada layar ponsel,
Sebuah kalimat sapa yang tertuju untukmu,
Telah tertata dengan rapi.

Ku baca lagi beberapa detik,
Sebelum akhirnya,
Kuputuskan untuk menekan tombol silang,
Sampai kalimat itupun hilang.

Sekarang,
Besok,
Lusa, entah sampai kapan nanti,
Mungkin akan terus seperti ini,
Pesan itu tak pernah ku kirim.

Ku letakkan kembali ponselku,
Sembari menunggu,
Ada dering pertanda pesan masuk,
Ku kira dari dirimu,
Ternyata itu perhatian dari operator,
Karena sudah hampir tipis quota internetku.
Nasib :(

Mungkin caraku yang keliru,
Terpikir ingin menyapamu lewat pesan,
Tapi aku sadar,
Mendoakanmu adalah cara yang paling benar :)


Jurnal kali ini repost dari postingan di fanspage Anandito Dwis (dan ternyata setelah saya cek ulang sumber aslinya adalah dari instagram Gilang Raksa Dipraja). Entah kenapa ketika aq membacanya malah jadi baper sendiri. Hahaha...
type... delete... type... delete... type... delete...
Ah, sudahlah, memang tak ada hal yang lebih kuat dibandingkan doa, ia mengubah segala hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Kamu misalnya?

#Jurnal52 #Minggu18

Komentar

Other Story

Sedikit Bocoran untuk para "Scholarships hunter of Pusbindiklatren Bappenas"

Yak , sepertinya tulisan pertama yang akan berhasil publish semenjak blog ini resmi berganti nama menjadi "diary dudul" adalah tulisan tentang bocoran untuk para pemburu beasiswa Pusbindiklatren Bappenas. Kebetulan saat ini beasiswa tersebut masih di dalam tahap penawaran, jadi masih ada waktu ya untuk sharing. Demi memenuhi janji menuntaskan rasa ingin tahu teman-teman yang begitu luar biasa tentang bagaimana saya bisa mendapat beasiswa ini, sebelum assignments yang ada   semakin membuat tingkat kewarasan semakin rendah, maka saya memaksakan diri untuk menulis. Percayalah, saya terpaksa melakukannya. Hahaha.. Sebelum ini sudah banyak tulisan yang dibuat, tapi semua masih berupa draft, belum satu pun ter- publish ! Oh ya, sebelumnya perlu ditekankan ya, saya selalu suka mengakui bahwa saya bisa mendapatkan beasiswa ini (garis bawah bold capslock) BUKAN KARENA SAYA PINTAR . Saya lebih suka mengakuinya sebagai jawaban atas kedua orang tua saya yang belum juga saya beri calon...