Langsung ke konten utama

Jenuh yang menuntut jeda.

Ya, saat ini saya kembali berada di fase dimana saya merasa jenuh. Kembali mempertanyakan apa yang sedang saya lakukan? untuk apa akhir dari semua ini.
Saya tau apa yang saya rasakan ini masih 'wajar', dan saya tahu saya tidak boleh (atau tidak harus?) berlama-lama berada di fase ini, pun saya sadar bahwa saya tidak harus membuat diri saya merasa nyaman dengan keadaan ini.

32 hari lagi saya harus kembali lagi beradaptasi dengan kondisi yang baru, bersama orang-orang baru di tempat yang baru. Apakah semestinya saya excited atau nervous? Saya tidak sedang merasakan keduanya. Saya hanya merasa jenuh. Memulai lagi, adaptasi lagi, menjalaninya lagi, melewatinya lagi.

Saya butuh jeda, tapi saya sendiri mulai bingung, apalagi yang bisa saya lakukan dalam jeda untuk tidak lagi merasa jenuh? membaca buku? menonton drama? bermain smartphone? memasak? membeli barang-barang yang saya inginkan sekaligus saya butuhkan?
Saya tahu, bagaimana saya harus tetap menjaga kewarasan saya, tapi saya masih saja merasa jenuh...

Komentar

Other Story

Sedikit Bocoran untuk para "Scholarships hunter of Pusbindiklatren Bappenas"

Yak , sepertinya tulisan pertama yang akan berhasil publish semenjak blog ini resmi berganti nama menjadi "diary dudul" adalah tulisan tentang bocoran untuk para pemburu beasiswa Pusbindiklatren Bappenas. Kebetulan saat ini beasiswa tersebut masih di dalam tahap penawaran, jadi masih ada waktu ya untuk sharing. Demi memenuhi janji menuntaskan rasa ingin tahu teman-teman yang begitu luar biasa tentang bagaimana saya bisa mendapat beasiswa ini, sebelum assignments yang ada   semakin membuat tingkat kewarasan semakin rendah, maka saya memaksakan diri untuk menulis. Percayalah, saya terpaksa melakukannya. Hahaha.. Sebelum ini sudah banyak tulisan yang dibuat, tapi semua masih berupa draft, belum satu pun ter- publish ! Oh ya, sebelumnya perlu ditekankan ya, saya selalu suka mengakui bahwa saya bisa mendapatkan beasiswa ini (garis bawah bold capslock) BUKAN KARENA SAYA PINTAR . Saya lebih suka mengakuinya sebagai jawaban atas kedua orang tua saya yang belum juga saya beri calon...