Langsung ke konten utama

Berhenti, untuk Kembali Memulai

Aku hanya butuh jeda, selalu itu yang menjadi alasan.
Bahkan di tulisan terakhir blog ini.

Padahal yang kucari bukan jeda, tapi momen untuk memulai kembali.
Alasan untuk kembali memulai.

Barangkali itulah kenapa, tagline blog ini kuubah kembali,
dari "diari dudul mahasiswa magister"
menjadi "perjalanan menuju permulaan".

Ya, aku butuh alasan untuk memulainya kembali.

Tidak, aku tidak sedang mencari, aku hanya perlu membuat.
Seperti kebahagiaan yang tidak perlu dicari,
aku hanya perlu membuat sebuah alasan
Mengapa aku harus kembali memulai? 
Higashihiroshima. June, 14. 2020.

Komentar

Other Story

Seberapa kuat mentalmu?

Yup, judul tulisan kali ini benar-benar berdasarkan pengalaman yang aku rasakan sendiri. Sudah kali kedua aku merasakan bahwa yang kamu butuhkan untuk melanjutkan sekolah itu tidak sekedar faktor 'luck' semata, tapi seberapa kuat mentalmu menghadapi realita yang suka tidak suka ataupun mau tidak mau kamu hadapi ketika pada akhirnya kamu kembali mengenyam dunia akademis. Kali pertama mentalku jatuh adalah ketika proses mendapatkan "Certificate of Health". Sebagai salah satu persyaratan administrasi, salah satu isian form tes kesehatannya adalah untuk hasil tes darah dan tes urin-feses. Setelah menjalani serangkaian tes, aku dan teman-teman diminta untuk bertemu dengan dokter yang akan menandatangani Surat Keterangan Sehat. Tanpa dinyana, tidak ada angin tidak ada geluduk, tetiba hujan turun dengan derasnya. Ya, hujan turun dihatiku, saat dokter yang menerima berkasku langsung bertanya setelah membaca sekilas hasil lab; "Ada keturunan diabetes? Ayah? Ibu"...

Tepian hati

Tepi Pantai Pasir Kencana; Pekalongan, Oktober 2014 Bahkan buih di lautan lepas, mereka akan selalu tiba di tepian. Di waktu dan tempat yang sudah ditentukan. Begitu juga hatimu...