Langsung ke konten utama

Berhenti, untuk Kembali Memulai

Aku hanya butuh jeda, selalu itu yang menjadi alasan.
Bahkan di tulisan terakhir blog ini.

Padahal yang kucari bukan jeda, tapi momen untuk memulai kembali.
Alasan untuk kembali memulai.

Barangkali itulah kenapa, tagline blog ini kuubah kembali,
dari "diari dudul mahasiswa magister"
menjadi "perjalanan menuju permulaan".

Ya, aku butuh alasan untuk memulainya kembali.

Tidak, aku tidak sedang mencari, aku hanya perlu membuat.
Seperti kebahagiaan yang tidak perlu dicari,
aku hanya perlu membuat sebuah alasan
Mengapa aku harus kembali memulai? 
Higashihiroshima. June, 14. 2020.

Komentar

Other Story

Menulis; harus atau ingin?

Satu ketika, saya pernah membaca postingan salah satu 'suhu' saya di fanspage ny. Saya lupa bagaimana kalimat utuhnya, yg saya ingat hanya bagian ini; T ulislah apa yang HARUS orang lain baca, bukan yang INGIN orang lain baca. Satu, dua, tiga, bermenit-menit kemudian, otak saya berfikir keras. Jeda antara harus dan ingin itu tipis sekali, bukan? Lalu bagaimana membedakan keduanya? Bukankah kita seringkali terjebak dalam situasi memenuhi keharusan dan keinginan? Lama baru saya mengerti, batasan nya sebenarnya sangat jelas. Hati setiap orang lah yang akan menentukan batasannya. Sekalipun otak berusaha keras memanipulasi bahwa sesuatu itu adalah sebuah keharusan, maka hati kita tidak akan pernah bisa termanipulasi. Jadi, selamat menulis apa yang HARUS orang lain baca :D

R.A.H.A.S.I.A

ada banyak hal yang kita tidak tahu tentang kehidupan kebahagiaan kesedihan rasa sakit luka. ada banyak rahasia Tuhan yang kamu butuhkan hanya satu, iman. #Jurnal52 #Minggu17